Minggu, 03 Juli 2011

Cracking Zone





Cracking zone adalah suatu istilah yang dipergunakan untuk menggambarkan masa transisi dari era ekonomi industri memasuki era ekonomi baru yang didominasi oleh perkembangan teknologi informasi dan keterbukaan informasi. Banyak perubahan yang diusung, mulai dari skala mikro yang proses kerja, model bisnis, budaya organisasi, sampai dengan tatanan yang lebih makro, yaitu budaya masyarakat, sampai dengan strategi pertahanan dan keamanan negara. Sesungguhnya era ekonomi industri telah melahirkan banyak kemapanan dan pada beberapa sisi, kemapanan itu membuat kita terlena alias terperangkap di comfort zone. Era ekonomi baru menuntut sesuatu yang baru, mulai dari strategi yang baru, proses kerja baru, sampai budaya yang baru. Nah, proses perubahan inilah yang disebut cracking, dan pemimpin yang mampu membawa perubahan itu disebutcracker .
Perkembangan aktor-aktor cracking zone seperti perangkat telekomunikasi, social media seperti facebook, twitter, dan blog, dan sebagainya, telah membawa angin perubahan baru. Interaksi manusia menjadi semakin luas jangkauannya dan bisa semakin intensif walaupun tidak pernah bertemu wajah secara langsung. Informasi mengalir dengan cepat dan bebas ke mana saja lintas batas negara. Proses penyensoran informasi seakan-akan menjadi sesuatu yang sia-sia karena akan selalu muncul cara alternatif yang menyiasatinya. Rantai komunikasi antar manusia menjadi semakin pendek dan hirarki seakan-akan terpotong.

Cracking zone membawa budaya birokratis menjadi lebih humanis, efektif, dan efisien. Pada era ini, kecepatan (speed) menjadi kata kunci sehingga proses yang bertele-tele sudah tidak zamannya lagi. Sebuah berita sekecil apapun bisa tersebar dengan cepat melalui internet, apalagi berita besar atau kontroversial yang menarik perhatian publik. Masyarakat sudah menjadi peliput berita yang dikenal dengan istilah citizen journalism yang secara perlahan-lahan “mengambil alih pekerjaan wartawan”.
Para era ini muncul apa yang disebut dengan C-Gen atau Connected-Generation, di mana generasi ini ditandai dengan kemampuan mereka untuk saling terhubung dan bertukar informasi dengan cepat. Pada generasi ini, sebuah berita akan tersebar dengan cepat, terlepas dari kebenaran isi berita tersebut. C-Gen ini pulalah yang memiliki kemampuan untuk menjalankan fungsi citizen journalism. Benturan budaya dengan generasi yang lahir di masa perang dingin sangat mungkin terjadi, di mana pada generasi tersebut birokrasi dan kerahasiaan menjadi sesuatu yang penting, sedangkan pada C-Gen, kata kunci mereka adalah sharing dan transparansi. Bertolak belakang bukan?
Sejalan dengan Charles Handy yang terkenal dengan The Age of Paradox, pada cracking zone juga terjadiparadox, di mana aktivitas pemasaran menekankan kepada freemium atau memberi gratis terlebih dahulu baru mendapatkan profit (lihat teorinya Chris Anderson tentang Free ini), sementara daya beli menjadi semakin meningkat.
Pada era ini, dibutuhkan pemimpin yang berjiwa cracker, yaitu yang berani untuk tidak populer untuk melakukan perubahan dengan cara membawa organisasinya keluar dari comfort zone. Siapapun akan sangat gusar dan kesal jika harus keluar dari comfort zone ini, tetapi demi sebuah pembaharuan dan perbaikan, sang cracker harus mampu melakukannya. Cracker harus mampu membuat terobosan dan membawa hal-hal baru demi kemajuan organisasi. Generasi yang lahir di era perang dingin, biasanya adalah mereka yang paling terusik dan kesal dengan fenomena cracking zone ini.
So, bagaimana dengan anda? Siapkah melaju di cracking zone?
ulasan oleh riri satria

focus

Forget about being perfect
Just focus on being the VERY BEST that you can be
And make sure that you better tomorow than you did today


-james gwee-

sebuah kisah

‎...sebuah kisah telah tercatat di atas lembaran sejarah,,,menghiasi buku kehidupan sebelum sampulnya ditutup dan menjadi kenangan


based on july the 2nd

mengeluh

Dari pada mengutuki kegelapan, 
lebih baik menyalakan lilin! 
dari pada fokus mengeluh/mengritik,
lebih baik beri Action Full Solusi.
-tung desem waringin-


Mengeluh itu akan menambah lelah dan mengurangi pahala
-jamil azzaini-


mengeluh itu mengumumkan kelas diri
-mario teguh-

Sabtu, 02 Juli 2011

...peduli

Tidak ada orang yg peduli berapa banyak ilmu yg kamu miliki, sebelum kamu peduli terhadap mereka.


-bob sadino-

lost...

lengkap sudah hari ini,,,
pulang workshop dari SD Negeri 03 Jaten,
tak direncana kita naik arah tawangmangu,,
niatnya sih untuk evaluasi,,nyari tempat nyaman..
hehem..
mengikuti putaran roda,, menikmati udara khas karanganyar beserta pemandangan hijau bukit
sampailah kita pada tempat yang cukup damai dari kebisingan aktivitas,
ngobrol sambil menikmati pemandangan..
parang ijo
hemm,,,,

time to go home..!
aku ambil jalur motong jalan.
sendiri,,
dengan pede aku ikuti intuisi arah pulang,,
g susah sih,,jalur yang biasa aku lewati untuk jurusan tawangmangu..

sampai pada suatu saat...
ada yang g beres,,
jalan terus ,,kog ada ujungnya...
g sampe-sampe
sudah g logis untuk jarak sragen
mana kerjo,,jamus..
belum ada tanda-tanda dekat dengan daerah itu...

berhenti di perempatan karna lampu merah, aku inisiatif tanya pada pengendara motor cowok,entah apa motornya, g sempat mengamati...
"mas, arah sragen mana ya,,"
"wah, sana " (sambil menunjuk arak belakang). 
"di mojogedang tadi harusnya belok kanan"
"kalo kesana (nunjuk depan), unjungnya mana,mas"
"palur,tapi jauh. balik lagi aja,bu". sempat-sempatnya merasa "kog aku dipanggil ibu ;("
lampu nyala ijo, aku balik...
sekitar dua kilo aku jalan, ragu...
sebelah mana ku harus belok..
aku putuskan untuk tanya lagi..
panjang conversationnya, jadi aku langsung intinya aja ya,,
kalo kembali ke arah sebelumnya,, entah, aku g yakin g akan tersesat lagi...
so, aku putuskan ke arah palur.
melanjutkan kesesatanku.

sampai pada jalan yang aku kenal,
"ini kan jalan aku berangkat tadi"
tenanglah aku, tinggal ngikuti jalur.
puter gas lebih kenceng

tiba-tiba,,
banyak klakson dibunyikan,,
oh..alun-alun
pantes rame,,
tapi kog,,
"hoi...hoi...kliru"
"hoi..kliru"
teriakan keras, kasar dari beberapa mulut,, aku pastikan lebih dari dua mulut..
kaya meneriaki maling,,,

ha,,,
ternyata...
jalan searah...
teriakan itu dipersembahkan khusus untukku...
panikkk..
langsung segera minggir, turun,,dan tanya...
pada penjual gorengan
"kalo mau ke sragen, lewatnya mana ya bu"
"duh,, sragen ngendi ,pak. po liwat mojogedang po ngendi?" , beliau tanya pada suami yang ada di sampingnya.
mendengar kata Mojogedang, langsung aku potong'
"palur bu,, mau ke palur"
seperti trauma dengar kata itu,,karna di tempat itu kesesatanku dimulai.. 
"ooo,palur..muteri ini, nanti lurus ikuti jalur itu, belok kanan,, trus kiri terus,, nanti sampai rel itu"
"muter ini ya bu ya"
"iya"
yakin aku tau, karna pernah lewati jalan itu, muter alun-alun pas ke tempat nuryanti.
so, ikuti aja...

pikirku, dah ketemu jalannya...
ee,,,
lha kog g ada tanda tanda harus belok kanan pada perempatan, ato pertigaan sebelah mana..,
oke deh,,
tanya lagi..
ibu-ibu penjual jamu..
mau nyebrang,,,
tak cegat...
"bu, nyuwun pirso. palur niku, jalure pundi nggih?". ya,,ya..aku g pandai bahasa halus.
"oo,,niki lurus. mengke enten smk belok kanan, trus belok kiri. mpun, lurus terus mengkde dugi rel niko"
aku ulangi untuk memastikan dan ibu itu pun kembali menjelaskan.
sempat ragu ketika belok, smk mana yang dimaksud, tapi akhirnya...
sampailah jalur palur,, tinggal lurus...
tancep kenceng...
....
liat mal luwes,,
akh akhirnya...
puter palur,,
sampailah jalur ke kota tercinta,,
ohhh,,,,,,,,, solo-sragen,,,,,,i love you....
...
home sweet home,,
kalimat pertamaku
"lancar,mi.."
"alhamdulillah.."
trus cerita kesasar,,
dengan segala pelampiasan yang menggebu-gebu..
ketawalah umi...
...
alhamdulillah,,sempurnalah hari ini...
-life is beatifull-


(sabtu,2juli)

2nd of july...

momen bersejarah,,
hari ini berangkat ke SD Negeri 03 jaten, kanganyar untuk memberikan (ups,berbagi ilmu tentang) materi international curriculum,,
dengan membawa nama =pintar institute= kami hantarkan kurikulum hasil analisis kami kepada mereka.
sebuah kurikulum berstandar nasional diwarnai dengan kurikulum internasional adaptasi dari Ontario, canada dan  menggunakan aplikasi IPAD sebagai media pembelajaran.

first experience ...
tapi,,
it was so great....
memang tak sempurna, layaknya pembicara profesional..
tapi,,
entah hilang kemana perut mules sejak kemarin itu,,
entah lenyap kemana tangan dingin itu
entah terbang kemana grogi itu..
melayang kemana terbata-bata itu
kabur kemana deg-deg-an,,stres selama 2 minggu itu..
tenggelam dimana g pede itu...
semuanya sembunyi..
yang ada ,,
mulut yang bicara tanpa henti,,
mengalir...
sampai tak sadar lebih satu jam terlewati..

dengan ice breaking,,
dengan senam otak,,
cair....

tak kan ku lupa,,
kerinya tenggorokan ini...

ternyata aku BISA...
yeach...!!

kata umi, ketika aku cerita,"mau kog iso to?"
"pertolongan Alloh..."

so,
banyak syukur
makin pede
terus belajar...

semoga segera diikuti kesuksesan selanjutnya...

ini adalah sebuah persembahan untuk seseorang
walaupun sederhana,
meski tak sempurna,
tapi aku telah berusaha lakukan yang terbaik

untukmu,,
dari putri yang tak pernah kering airmatanya merindukanmu
dan di surga kita akan bertemu...