Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juli 2011

Mental Kepiting


Saya pernah mendapat cerita dari salah seorang guru kehidupan tentang perilaku kepiting. Katanya, “Ambil seekor kepiting kemudian letakkan di sebuah keranjang. Apa yang terjadi? Kepiting itu dengan cepat akan segera naik keluar dari keranjang itu.”
“Nah sekarang, ambil puluhan ekor kepiting dan masukan ke keranjang yang sama. Coba amati yang terjadi, ternyata setiap ada satu kepiting yang hendak naik dan keluar dari keranjang maka kepiting yang lain akan segera menariknya ke bawah. Akhirnya tak satupun kepiting yang berhasil naik dan keluar dari keranjang.”
Di dalam kehidupan kita, ada orang-orang yang bermental seperti kepiting. Sukanya menarik keluar orang lain yang akan maju atau keluar dari zona yang sedang ditempatinya.
Kita akan merugi bila terpengaruh ucapan atau ajakan orang yang bermental kepiting. Kita tak akan mampu meraih kehidupan yang lebih baik bila berada di lingkungan orang-orang bermental kepiting.
Ketika SD sampai SMA ada teman-teman yang selalu mengolok-ngolok impian saya menjadi Insinyur Pertanian. Andai ketika itu terpengaruh, mungkin sekarang saya menjadi buruh tani atau buruh perusahaan seperti rekan-rekan sekolah yang sering mengolok-ngolok saya dulu. Andai saya menghiraukan ucapan, “Kamu tidak punya bakat menulis, mil!” Boleh jadi, Anda tidak akan menemukan 4 buku karangan saya di toko-toko buku.
Begitu pula ketika saya ingin berbisnis, ada seorang senior berkata, “Kamu orang jawa, gak bakat bisnis, cocoknya menjadi pegawai.”  Andai saya mengamini kata-katanya mungkin saya tak akan punya perusahaan dan bisa bebas jalan-jalan seperti sekarang –Prinsip saya berbisnis adalah, “Saya bisa jalan-jalan dan bisnis tetap berjalan.”
Segeralah sadari siapa diantara teman-teman Anda yang bermental kepiting. Tidak susah menemukan mereka, ciri utamanya adalah menghambat kita untuk maju atau menghalangi kita untuk mengambil keputusan yang bernyali. Jauhi dan jangan dengarkan mereka.
Mengapa kita perlu menjauh? Sebab sebenarnya mereka sedang mencari teman agar kita bisa tetap hidup di dasar keranjang. Walau setelah kita ambil pilihan tetap di dasar keranjang, mereka tidak peduli dengan kehidupan kita. Ayo segera keluar dari keranjang, tinggalkan dan sisihkan teman-teman yang bermental kepiting dari keranjang.
(jamil azzaini, 30juni2011. www.jamilazzaini.com)

Senin, 07 Februari 2011

ReNunGan KuPu-Kupu


"Seseorang menemukan kepompong kupu-kupu. Dia duduk, dan mengamati untuk beberapa jam lamanya. iyah, hanya untuk mengamati saat-saat langka dimana sang kupu-kupu keluar dari kepompongnya.

Kupu-kupu dalam kepompong itu berjuang, memaksa dirinya melewati lubang kecil dibawah itu. bergerak sedikit demi sedikit. dan sedikit dari bagian tubuhnyapun tampak keluar dari kepompong. kemudian sang kupu-kupu kecil itu berhenti. berhenti untuk menarik tubuhnya keluar dari tempat yang sesak dan lubang yang sangat kecil.
dia diam. seseorang itu berfikir, sang kupu-kupu pasti sangat kelelahan. karena dia telah berusaha dan ternyata dia memang tak sanggup lagi.

Akhirnya, orang itu memutuskan untuk membantunya. diambilnya sebuah gunting kecil. dengan sangat hati-hati, dia memotong kulit kepompong itu. dan sang kupupun keluar dengan mudahnya dan dia jatuh keatas rumput yang sangat empuk. lega sekali rasanya. seseorang itu berfikir, sebentar lagi kpu-kupu itu akan mengembangkan sayapnya dan terbang. dia merasa telah membantu mahluk kecil itu.

Lama sekali dia mengamati kupu-kupu kecil itu. ada yang aneh ditubuh mungil itu. tubuhnya sedikit mengembung, dan sangat kecil. orang itu terus mengamatinya kerena diaberharap kupu-kupu itu akan segera mengembangkan sayapnya sehingga dia bisa menopang tubuhnya yang lemah itu. namun sayang, semunya tak pernah terjadi.
kenyataannya, kupu-kupu itu mengahbiskan sisa hidupnya dengan merangkakdengan tubuh gembung dan sayap yang mengkerut. dan dia tidak pernah bisa terbang.

Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang mengahmbat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang tersebut adalah cara Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu kedalam sayap-sayapnya. sedemikian hingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang, perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup. jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin malah melumpuhkan kita. kita mungkin tak sekuat yangs emestinya kita mampu. kita mungkin tak pernah dapat terbang."
(dari sebuah blog yang 'post-er' nya g tau siapa penulisnya)